Gara-gara
Tema Ospek, Mahasiswa UIN Dilaporkan FPI ke Polisi
SURABAYA, KOMPAS.com — Front Pembela Islam (FPI) Jatim melaporkan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Surabaya ke Polda Jatim, Selasa (2/9/2014) siang. Mereka dilaporkan karena dinilai telah melakukan penistaan agama atas pengangkatan tema "Tuhan Membusuk" pada orientasi mahasiswa baru 28-31 Agustus lalu.
Sekjen FPI Jatim Khoirudin datang membawa kopian gambar spanduk orientasi mahasiswa, bertuliskan "Tuhan Membusuk: Rekonstruksi Fundamentalisme Menuju Islam Kosmopolitan" yang didapatnya dari mengunduh di internet. Dia bersama sejumlah pengurus dan kuasa hukum mendatangi SPKT Polda Jatim.
"Kami akan laporkan mahasiswa UIN Surabaya atas tudingan melakukan penistaan agama," katanya.
Selain melaporkan dugaan adanya aksi penistaan agama, Khoirudin mengaku masih berkonsultasi dengan polisi apakah hal tersebut juga bisa dijerat dengan Undang-Undang Teknologi Informasi karena juga ramai dibicarakan di media sosial.
"Ini masih saya konsultasikan, apakah bisa dikenakan dua pasal sekaligus," ungkapnya.
Seperti diberitakan, tema orientasi mahasiswa baru Fakultas Ushuludin dan Filsafat UIN Surabaya menuai kecaman di media sosial. Tema tersebut dianggap melecehkan simbol Tuhan.
Pengguna Twitter dan Facebook menyayangkan bahwa hal itu justru terjadi di kampus yang berlabel agama Islam.
Sementara itu, menurut panitia mahasiswa pelaksana, tema tersebut dipilih setelah pihaknya membaca realita yang terjadi saat ini bahwa banyak kalangan menggunakan alasan agama untuk kepentingan politik dan untuk kepentingan lainnya. Padahal, menurut mereka, dzat Tuhan itu identik dengan agama yang mengajarkan kedamaian untuk umat manusia.
SURABAYA, KOMPAS.com — Front Pembela Islam (FPI) Jatim melaporkan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Surabaya ke Polda Jatim, Selasa (2/9/2014) siang. Mereka dilaporkan karena dinilai telah melakukan penistaan agama atas pengangkatan tema "Tuhan Membusuk" pada orientasi mahasiswa baru 28-31 Agustus lalu.
Sekjen FPI Jatim Khoirudin datang membawa kopian gambar spanduk orientasi mahasiswa, bertuliskan "Tuhan Membusuk: Rekonstruksi Fundamentalisme Menuju Islam Kosmopolitan" yang didapatnya dari mengunduh di internet. Dia bersama sejumlah pengurus dan kuasa hukum mendatangi SPKT Polda Jatim.
"Kami akan laporkan mahasiswa UIN Surabaya atas tudingan melakukan penistaan agama," katanya.
Selain melaporkan dugaan adanya aksi penistaan agama, Khoirudin mengaku masih berkonsultasi dengan polisi apakah hal tersebut juga bisa dijerat dengan Undang-Undang Teknologi Informasi karena juga ramai dibicarakan di media sosial.
"Ini masih saya konsultasikan, apakah bisa dikenakan dua pasal sekaligus," ungkapnya.
Seperti diberitakan, tema orientasi mahasiswa baru Fakultas Ushuludin dan Filsafat UIN Surabaya menuai kecaman di media sosial. Tema tersebut dianggap melecehkan simbol Tuhan.
Pengguna Twitter dan Facebook menyayangkan bahwa hal itu justru terjadi di kampus yang berlabel agama Islam.
Sementara itu, menurut panitia mahasiswa pelaksana, tema tersebut dipilih setelah pihaknya membaca realita yang terjadi saat ini bahwa banyak kalangan menggunakan alasan agama untuk kepentingan politik dan untuk kepentingan lainnya. Padahal, menurut mereka, dzat Tuhan itu identik dengan agama yang mengajarkan kedamaian untuk umat manusia.
Identifikasi 5W+1H
what : Front Pembela Islam (FPI) Jatim
melaporkan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN)
when :
Selasa
(2/9/2014) siang
who :
mahasiswa
Universitas Islam Negeri (UIN)
why : Tema tersebut dianggap melecehkan
simbol Tuhan
where : Surabaya
how : Kami akan laporkan mahasiswa UIN
Surabaya atas tudingan melakukan penistaan agama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar