Jumat, 10 Oktober 2014

AMBISI SEORANG AHOK

Memiliki karakteristi yang tegas, pria kelahiran tahun 1966 ini sangat disegani oleh banyak kalangan. Sikap tegasnya mampu memperbaiki para pekerja yang suka semena-mena dalam megambil keputusan untuk kepentingannya sendiri. Ditambah dengan wajah yang tidak pernah terlihat ragu-ragu dalam bertindak, membuat dia disenangi oleh masyarakat.
Suatu ruangan yang sunyi dan rapih di balai kota dimana sinar matahari tidak dapat masuk kedalam ruangan karena terhalang oleh tirai berwarna coklat yang menciptakan suatu keadaan harmonis dengan prabotan yang ada di dalam ruangan tersebut.
Dua bangku yang saling berhadapan di duduki oleh seorang pria tegas dan reporter cantik yang siap untuk melakukan wawancara dalam kesempatan yang langkah, di karenakan pria tersebut memiliki jadwal kerja yang sangat padat.
Mengenakan batik coklat dan celana bahan berwarna hitam, dengan lantang menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh seorang reporter cantik bernama Cheryl Tanzil yang bekerja di RTV yang berkesempatan untuk mewawancarai Gubernur kita yaitu Bapak Basuki Tjahaja Purnama yang sering di sapa dengan panggilan Ahok.
Pada saat Ahok ditanya apa ambisi politiknya, ia menjawab sebenarnya ambisinya bukanlah menjadi seorang politikus melainkan menjadi seorang komlomerat yang ingin memiliki kapal pesiar, selama bersekolah ia tidak pernah mengikuti keorganisasian seperti OSIS tetapi ia bisa memimpin dengan tegas.
Sebelum ia menjadi Bupati Bangka Belitung, ia selalu memilih bupati yang baik agar orang – orang terutama dari kalangan bawah agar mendapatkan jaminan kesehatan. Setelah itu dia berhenti menjadi seorang bupati dan bercita – cita menjadi seorang gubenur.
Ketika wartawan RTV bertanya apa perjalanan tersulit kedepannya setelah menjadi seorang Gubernur DKI Jakarta, “sulit tidak sulit ya saya hadapi, jangan takut sulit lalu mundur ya itu tidak jantan” ujar Ahok.
Ahok juga mengatakan, dia masuk ke politik supaya rakyat mampu mempunyai pilihan dan untuk mencegah revolusi 98 yang membuat para masyarakat gempar dan takut untuk berpergian dan merasa terancam keselamatannya.
Ahok akan mencalonkan diri sebagi presiden selanjutnya jika pemerintahan Jokowi tidak berhasil dalam pemerintahannya, dan dia juga akan menantang Jokowi untuk menjadi presiden, dan jika pemerintahan Jokowi berhasil maka Ahok akan mendukung pemeritahan tersebut.
Karena menurut Ahok waktu untuk memperbaiki suatu kota sebenernya membutuhkan waktu 10 tahun, jika Jokowi gagal dalam pemerintahannya maka waktu untuk memperbaiki kota  tersebut hanya tinggal 6 tahun.
Selama ahok menjadi Gubernur yang difokuskannya adalah masalah pendidikan, kesehatan dan juga trasnportasi.
Apa yang dilakukan dan disampaikan Ahok sesungguhnya adalah untuk kebaikan Negara Indonesia terutama DKI Jakarta, karena DKI Jakarta paling sulit untuk diatur, dan jika kesulitan DKI Jakarta telah selesai maka daerah – daerah lain akan mudah untuk di perbaiki.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar